10 Destinasi di Solo yang Cocok untuk Liburan Keluarga
Solo atau Surakarta merupakan salah satu kota di Jawa Tengah yang menarik untuk dijadikan tujuan liburan keluarga. Kota ini memang tidak sebesar Jakarta atau Bandung, tetapi justru di situlah daya tariknya. Suasana kota yang relatif tenang, budaya Jawa yang masih kuat, kuliner yang beragam, serta banyaknya destinasi wisata di dalam dan sekitar kota membuat Solo cocok untuk liburan bersama keluarga.
Bagi keluarga yang ingin berlibur saat akhir pekan, Solo juga cukup mudah dijelajahi. Banyak destinasi yang lokasinya tidak terlalu jauh satu sama lain sehingga waktu perjalanan bisa dibuat lebih efisien.
Menariknya, wisata di Solo tidak hanya berkaitan dengan keraton dan bangunan bersejarah. Saat ini wisatawan dapat menemukan taman kota, museum, wisata satwa, kawasan religi, kampung batik, hingga tempat yang cocok untuk menikmati kuliner khas.
Lantas, destinasi mana saja yang menarik untuk dikunjungi bersama keluarga?
Berikut 10 destinasi di Solo yang cocok untuk liburan keluarga.
1. Keraton Surakarta Hadiningrat
Kalau baru pertama kali berkunjung ke Solo, Keraton Surakarta Hadiningrat layak masuk dalam daftar pertama.
Keraton bukan hanya tempat wisata, tetapi juga bagian penting dari sejarah dan kebudayaan Kota Solo. Di sini keluarga dapat mengenalkan anak-anak pada budaya Jawa dengan cara yang lebih nyata dibandingkan sekadar membaca buku pelajaran.
Pengunjung dapat melihat berbagai koleksi yang berkaitan dengan kehidupan keraton, benda-benda bersejarah, serta arsitektur khas Jawa.
Bagi anak-anak, kunjungan ke keraton bisa menjadi pengalaman edukatif. Mereka dapat belajar tentang sejarah, tradisi, tata kehidupan kerajaan, hingga berbagai bentuk peninggalan budaya.
Waktu terbaik mengunjungi kawasan ini biasanya pagi hari ketika suasana belum terlalu ramai. Setelah itu, perjalanan bisa dilanjutkan menuju kawasan pusat kota untuk menikmati kuliner khas Solo.
Cocok untuk: keluarga yang menyukai sejarah dan wisata edukasi.
2. Pura Mangkunegaran
Destinasi berikutnya adalah Pura Mangkunegaran.
Tempat ini memiliki daya tarik yang berbeda karena menawarkan pengalaman melihat warisan budaya dan arsitektur Jawa yang masih terjaga. Kawasan pura juga memiliki halaman yang luas dan bangunan dengan karakter arsitektur yang menarik.
Bagi keluarga, Pura Mangkunegaran bisa menjadi alternatif wisata budaya yang tidak terlalu melelahkan. Selain menikmati bangunan dan lingkungan pura, pengunjung juga dapat memperoleh wawasan mengenai sejarah Mangkunegaran dan kebudayaan Jawa.
Kawasan sekitar Mangkunegaran juga berkembang menjadi salah satu area yang menarik untuk kuliner dan aktivitas wisata.
Jadi, setelah berkunjung ke pura, keluarga bisa melanjutkan perjalanan untuk mencari makanan khas Solo.
Cocok untuk: wisata keluarga yang ingin menggabungkan sejarah, budaya, dan kuliner.
3. Taman Balekambang
Kalau anak-anak mulai bosan dengan wisata sejarah, saatnya beralih ke ruang terbuka.
Taman Balekambang bisa menjadi pilihan yang menyenangkan untuk keluarga. Taman ini merupakan salah satu ruang hijau yang cukup dikenal di Kota Solo.
Suasananya lebih santai dibandingkan mengunjungi museum atau bangunan bersejarah. Anak-anak dapat menikmati ruang terbuka, sementara orang tua bisa bersantai menikmati suasana.
Taman juga cocok menjadi tempat untuk mengurangi tempo perjalanan. Tidak semua liburan harus diisi dengan mengejar banyak destinasi. Sesekali keluarga membutuhkan tempat untuk duduk, berjalan santai, atau sekadar menikmati suasana.
Karena itu, Taman Balekambang bisa dimasukkan dalam itinerary ketika keluarga ingin memiliki waktu santai di tengah perjalanan.
Cocok untuk: keluarga dengan anak kecil dan wisatawan yang ingin menikmati ruang terbuka.
4. Solo Safari
Untuk keluarga yang membawa anak-anak, Solo Safari merupakan salah satu destinasi yang patut dipertimbangkan.
Konsep wisata satwa memberikan pengalaman yang berbeda dari wisata kota. Anak-anak dapat melihat berbagai jenis satwa sekaligus belajar mengenai dunia hewan dan pentingnya menjaga lingkungan.
Kegiatan seperti ini bisa menjadi hiburan sekaligus edukasi. Anak tidak hanya bermain, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung mengenai satwa.
Agar lebih nyaman, sebaiknya alokasikan waktu beberapa jam untuk menjelajahi kawasan Solo Safari. Jangan membuat itinerary terlalu padat setelahnya karena anak-anak biasanya membutuhkan waktu untuk beristirahat.
Bagi keluarga dengan anak usia sekolah, wisata seperti ini juga bisa menjadi pengalaman belajar di luar kelas.
Cocok untuk: keluarga dengan anak-anak yang menyukai satwa dan wisata edukasi.
5. Museum Keris Nusantara
Solo juga memiliki destinasi yang menarik bagi keluarga yang ingin mengenalkan sejarah dan budaya Indonesia kepada anak-anak.
Museum Keris Nusantara merupakan salah satu tempat yang bisa dikunjungi.
Keris bukan hanya senjata tradisional. Dalam budaya Jawa dan Nusantara, keris memiliki nilai sejarah, seni, filosofi, dan budaya yang panjang.
Dengan mengunjungi museum, anak-anak dapat melihat berbagai koleksi secara langsung dan memahami bahwa Indonesia memiliki warisan budaya yang sangat beragam.
Bagi orang tua, museum juga bisa menjadi kesempatan untuk mengajak anak berdiskusi mengenai sejarah dan budaya lokal.
Memang, museum mungkin tidak selalu menjadi pilihan pertama anak-anak. Karena itu, cara orang tua menyampaikan cerita sangat penting. Jangan hanya meminta anak melihat benda koleksi, tetapi ceritakan kisah di balik benda tersebut.
Cocok untuk: keluarga yang menyukai sejarah, budaya, dan wisata edukasi.
6. Pasar Gede Hardjonagoro
Liburan keluarga di Solo rasanya belum lengkap kalau belum berburu kuliner.
Salah satu tempat yang menarik untuk dieksplorasi adalah Pasar Gede.
Pasar tradisional ini memiliki suasana yang berbeda dengan pusat perbelanjaan modern. Keluarga dapat melihat aktivitas masyarakat lokal sekaligus menemukan berbagai makanan dan jajanan khas.
Bagi anak-anak, pengalaman seperti ini juga bisa menjadi pembelajaran sederhana mengenai kehidupan masyarakat dan aktivitas perdagangan tradisional.
Selain itu, kawasan Pasar Gede juga memiliki sejumlah kuliner yang terkenal di kalangan wisatawan.
Namun, jika membawa anak kecil, sebaiknya tetap memperhatikan kondisi keramaian dan memilih waktu berkunjung yang nyaman.
Cocok untuk: keluarga pecinta kuliner dan wisata budaya lokal.
7. Museum De Tjolomadoe
Jika ingin keluar sedikit dari pusat Kota Solo, De Tjolomadoe bisa menjadi pilihan.
Bangunan bekas pabrik gula yang telah direvitalisasi ini menawarkan pengalaman wisata yang berbeda. Arsitektur dan suasana industrialnya menjadi daya tarik tersendiri.
Di tempat ini, keluarga tidak hanya datang untuk melihat bangunan, tetapi juga dapat mengenal sedikit sejarah industri dan perkembangan kawasan tersebut.
De Tjolomadoe juga cocok bagi keluarga yang senang berfoto karena banyak sudut bangunan yang memiliki karakter visual kuat.
Lokasinya berada di Kabupaten Karanganyar dan masih cukup mudah dijangkau dari Solo, sehingga dapat dimasukkan dalam perjalanan wisata Solo Raya.
Cocok untuk: keluarga yang menyukai sejarah, arsitektur, fotografi, dan tempat unik.
8. The Heritage Palace
Bagi keluarga yang mencari tempat wisata dengan suasana berbeda, The Heritage Palace bisa menjadi alternatif.
Destinasi ini menawarkan perpaduan antara bangunan bergaya Eropa, spot foto, serta berbagai wahana yang dapat dinikmati pengunjung.
Konsep seperti ini cukup menarik untuk keluarga karena orang tua dan anak bisa memiliki aktivitas yang berbeda dalam satu lokasi.
Anak-anak dapat menikmati area hiburan, sedangkan orang tua bisa menikmati suasana dan berfoto.
Destinasi ini juga cocok untuk keluarga yang tidak ingin terlalu banyak berpindah lokasi. Satu tempat bisa digunakan untuk menghabiskan beberapa jam.
Cocok untuk: keluarga yang mencari wisata rekreasi dan spot foto.
9. Masjid Raya Sheikh Zayed Solo
Masjid Raya Sheikh Zayed menjadi salah satu landmark baru yang memperkaya pilihan wisata di Solo.
Masjid yang berada tidak jauh dari kawasan pusat kota ini memiliki arsitektur yang sangat menarik, dengan nuansa Timur Tengah yang berpadu dengan lingkungan perkotaan Solo.
Bagi keluarga, kunjungan ke masjid ini bukan sekadar aktivitas wisata. Tempat ini dapat menjadi momentum untuk mengenalkan kepada anak-anak tentang arsitektur Islam, budaya, serta keberagaman bentuk masjid di Indonesia.
Suasana masjid yang megah juga membuatnya menarik untuk dikunjungi bersama keluarga, terutama bagi wisatawan yang ingin menggabungkan wisata religi dengan perjalanan di pusat Kota Solo.
Karena merupakan tempat ibadah, wisatawan tentu perlu memperhatikan ketentuan yang berlaku, menjaga ketenangan, berpakaian sopan, serta menghormati jamaah yang sedang beribadah.
Waktu kunjungan juga sebaiknya disesuaikan dengan aktivitas ibadah agar wisata tetap nyaman tanpa mengganggu kegiatan keagamaan.
Masjid Raya Sheikh Zayed juga bisa dikombinasikan dengan destinasi lain di pusat Kota Solo sehingga tidak membutuhkan waktu perjalanan yang terlalu panjang.
Cocok untuk: keluarga yang menyukai wisata religi, arsitektur, dan wisata edukatif.
10. Kampung Batik Laweyan
Kalau ingin mengenalkan budaya dan kreativitas lokal kepada anak-anak, Kampung Batik Laweyan merupakan destinasi yang menarik.
Laweyan dikenal sebagai salah satu kawasan penting dalam sejarah batik di Solo. Berjalan-jalan di kawasan ini memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan mengunjungi pusat perbelanjaan.
Keluarga dapat melihat lingkungan kampung yang memiliki hubungan erat dengan tradisi batik. Beberapa tempat juga menawarkan pengalaman mengenal proses pembuatan batik, mulai dari mengenal motif hingga proses pembuatannya.
Bagi anak-anak, pengalaman membuat atau melihat proses batik secara langsung bisa menjadi aktivitas edukatif yang menyenangkan. Mereka dapat memahami bahwa pakaian yang sehari-hari digunakan memiliki proses kreatif dan budaya yang panjang di belakangnya.
Selain membeli batik sebagai oleh-oleh, wisatawan juga bisa menikmati suasana kawasan Laweyan dan mengamati bangunan-bangunan lama yang memiliki karakter arsitektur khas.
Inilah yang membuat Kampung Batik Laweyan menarik: wisatawan tidak hanya membeli produk, tetapi juga bisa mengenal cerita dan budaya di balik produk tersebut.
Cocok untuk: keluarga yang menyukai budaya, kerajinan, sejarah, dan wisata edukasi.
Tips Menyusun Liburan Keluarga di Solo
Mengunjungi 10 destinasi tersebut tentu tidak harus dilakukan dalam satu perjalanan. Justru lebih baik membuat itinerary berdasarkan usia anak, kondisi fisik anggota keluarga, serta waktu yang tersedia.
Jika hanya memiliki waktu 2 hari 1 malam, pilih destinasi yang lokasinya berdekatan.
Hari pertama dapat digunakan untuk menjelajahi pusat Kota Solo. Misalnya, pagi mengunjungi Keraton Surakarta, dilanjutkan ke Pasar Gede untuk kuliner, kemudian menuju Masjid Raya Sheikh Zayed. Sore atau malam hari bisa digunakan untuk menikmati kuliner khas Solo.
Hari kedua dapat diarahkan ke Solo Safari atau kawasan Laweyan untuk mengenal batik.
Jika memiliki waktu lebih panjang, barulah memasukkan De Tjolomadoe atau destinasi di kawasan Karanganyar.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah kondisi anak. Jangan membuat itinerary terlalu padat.
Liburan keluarga bukan perlombaan mengunjungi sebanyak mungkin tempat. Anak-anak bisa cepat lelah jika harus berpindah destinasi setiap beberapa jam.
Lebih baik mengunjungi tiga atau empat tempat dengan santai daripada sepuluh destinasi tetapi seluruh anggota keluarga kelelahan.
Mana yang Paling Cocok untuk Keluarga?
Solo menawarkan pilihan wisata yang cukup lengkap.
Untuk wisata budaya, Keraton Surakarta dan Pura Mangkunegaran menarik untuk dipilih.
Untuk wisata edukasi, Museum Keris Nusantara dan Solo Safari bisa menjadi pilihan.
Untuk wisata kuliner, Pasar Gede bisa masuk dalam daftar.
Untuk wisata religi, Masjid Raya Sheikh Zayed memberikan pengalaman yang berbeda.
Sedangkan bagi keluarga yang ingin mengenal budaya dan kerajinan lokal, Kampung Batik Laweyan menjadi pilihan yang menarik.
De Tjolomadoe dan The Heritage Palace bisa dipilih jika keluarga menyukai bangunan unik dan aktivitas fotografi.
Pada akhirnya, daya tarik Solo bukan hanya terletak pada banyaknya destinasi wisata. Kota ini menawarkan pengalaman yang relatif beragam dalam satu kawasan: sejarah, budaya, kuliner, religi, edukasi, hingga hiburan keluarga.
Itulah yang membuat Solo cocok untuk family getaway.
Jika Anda sedang mencari destinasi untuk menghabiskan akhir pekan bersama keluarga, Solo layak masuk dalam daftar. Tidak perlu menunggu libur panjang. Dengan itinerary yang sederhana dan tidak terlalu padat, perjalanan dua hari satu malam pun sudah cukup untuk mendapatkan pengalaman yang menyenangkan.
Sebab, liburan keluarga yang berkesan bukan selalu tentang destinasi yang paling mahal atau paling viral. Yang lebih penting adalah kesempatan untuk menghabiskan waktu bersama, mengenalkan pengalaman baru kepada anak, menikmati budaya lokal, dan membawa pulang cerita yang bisa dikenang bersama.






